Haloo Sobat Tech, kali ini saya akan mereview 4 Distro Linux paling populer di 2020 versi Aisyah.
Udah tau belum, Linux itu apa?
Sebenarnya Linux bukanlah sistem operasi. Pengertian sistem operasi sendiri merupakan suatu sistem yang lengkap, mulai dari kernel sampai aplikasi-aplikasi pendukung. Sebaliknya Linux hanyalah sebuah kernel/inti yang menjalankan dan memproses mekanisme input output. Linux merupakan kernel sumber terbuka atau open source yang dikembangkan oleh Linus Torvalds pada tahun 1991. Nama Linux sendiri diambil dari nama Linus, sang pembuatnya.
Saat ini kernel Linux dikembangkan oleh banyak programmer di seluruh dunia. Linus Torvalds hanya memilah kode-kode apa saja yang hendak dimasukkan ke dalam base utama Linux. Setelah itu apa yang banyak orang sebut bagaikan OS Linux sesungguhnya merupakan suatu distribusi Linux ataupun yang lebih diketahui dengan nama Distro.
Apa itu Distro Linux ?
Distribution Linux atau biasa disingkat distro linux merupakan sistem operasi yang memakai kernel Linux sebagai otak dari sistem operasi. Adapun distro Linux yang bisa digunakan secara bebas. Tapi ada pula distro Linux yang bersifat komersil, sehingga untuk bisa memakainya kita wajib membayar lisensi dan dukungan pemasangan.
Mari kita mereview 4 Distro Linux paling populer di 2020 versi Aisyah
openSUSE.
Distro satu ini terkenal karena umur yang sudah cukup tua. Pertama kali dirilis tahun 1994 berbahasa German. Kini distro ini tetap setia merilis versi terbarunya. Yaitu openSUSE Leap sebagai varian stabil dengan versi terakhir openSUSE Leap15.1 (dan sedang menuju rilis 15.2). Ada juga varian yang mengedepankan pembaharuan aplikasi tercepat dengan nama varian openSUSE Tumbleweed. Varian ini tanpa versi dan menggunakan model rolling release. openSUSE saya masukkan di urutan pertama karena terlalu baik dalam memanjakan user untuk mengatur apapun hanya dengan sebuah tool bernama YaST.
Linux Mint adalah distro linux berbasis Debian-Ubuntu yang bertujuan untuk membuat sistem operasi yang modern, elegan, dan nyaman yang kuat dan mudah dipakai. Dibuat oleh Clement Lefebvre, dan dikembangkan secara aktif oleh tim maupun komunitas yang ada di dalamnya . Salah satu ciri khusus yang dimiliki Linux Mint adalah desktop Cinnamon yang dikembangkan oleh tim pengembang Linux Mint.
Nama rilis Linux Mint selalu menggunakan nama perempuan, rilis terbaru adalah 19.3 dengan nama Tricia.
Elementary OS

Elementary OS merupakan sebuah distro linux berbasiskan Ubuntu. Distro ini menggunakan desktop manager-nya sendiri yang bernama Pantheon dan terintegrasi dengan aplikasi bawaan elementary OS lainnya, seperti Plank (sebuah dock-bar berbasiskan Docky), peramban web Midori, dan Scratch (Teks editor yang sederhana). Distro ini menggunakan Gala sebagai Window Managernya yang berbasiskan pada Mutter Windows Manager.[2]
Distro ini pada awalnya bermula dari sepaket tema dan aplikasi-aplikasi yang ditujukan untuk Ubuntu, namun kemudian berubah fungsi menjadi sebuah distro linux tersendiri. Sebagai turunan dari Ubuntu, distro ini kompatibel dengan repositori dan paket-paket milik Ubuntu. Distro ini juga menggunakan software center milik Ubuntu untuk menangani pemasangan dan pencopotan perangkat lunak, meskipun software center elemetary sendiri sedang dalam pengerjaan. Tampilan antar mukanya dibuat agar terlihat intuitif bagi pengguna-pengguna baru tanpa menggunakan banyak sumber daya dan dengan desain yang serupa dengan sistem operasi OS X dari Apple.
Versi terakhir dari elementari OS adalah Hera, 5.1
Ubuntu Linux

Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasis Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas. Ciri khasnya adalah nama rilis yang mengambil dari hewan-hewan dan berurutan sesuai abjad.
Ubuntu ditawarkan dalam tiga edisi resmi: Ubuntu Desktop untuk komputer pribadi, Ubuntu Server untuk server dan komputasi awan,dan Ubuntu Core untuk “Internet untuk Segala perangkat kecil dan robot. Versi baru Ubuntu dengan dukungan standar dirilis enam bulan sekali, sementara untuk versi dukungan jangka-panjang (LTS) dirilis dua tahun sekali. Rilis terbaru Ubuntu dengan dukungan standar adalah 19.10 (Eoan Ermine) sementara untuk versi LTS adalah 18.04 (Bionic Beaver), yang mendapat tambahan jangka waktu dukungan hingga 10 tahun, tidak seperti versi LTS lain yang mendapat dukungan hingga lima tahun saja.
Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti “kemanusiaan kepada sesama”. Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Ubuntu adalah sistem operasi populer untuk komputasi awan, dan dijadikan sistem operasi rujukan bagi OpenStack dan container.

